rajaview

Wow! Mahasiswa UGM Beri Jokowi Gelar Juara Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan

29 Jun 2021  |  62x | Ditulis oleh : Admin
Wow! Mahasiswa UGM Beri Jokowi Gelar Juara Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan

Lama tidak bersuara melawan pemerintah yang sudah tidak bisa mengelola negara dengan benar, akhirnya Mahasiswa di Tanah Air agaknya sudah mulai tergerak setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memberi julukan The King of Lip Service kepada Presiden Jokowi dan membuat para pengurusnya dipanggil rektorat.

Pasalnya, Aliansi Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta juga melakukan hal yang serupa tapi tak sama kepada Jokowi, yakni memberi Jokowi gelar Juara Umum Lomba Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan. Praktis, hanya dalam dua hari Jokowi telah mendapat dua gelar dari mahasiswa dua universitas terkemuka di Tanah Air.

“Selamat kepada presiden Republik Indonesia @jokowi atas pencapaian dan prestasinya, sehingga mendapat dua gelar terbaik yang diberikan oleh kami, mahasiswa. Indonedia maju! [Berani, Kritis, Bergerak],” kata Aliansi Mahasiswa UGM melalui @UGMBergerak, seperti dikutip Senin (28/6/2021).

Bersama cuitan ini, Aliansi Mahasiswa UGM memposting poster gelar The King of Lip Service yang diberikan BEM UI kepada Jokowi, dan poster juara umum Juara Umum Lomba Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan yang mereka berikan.

Dalam sebuah narasinya, Aliansi Mahasiswa UGM mengaku bahwa sejak lama mereka konsisten melawan segala bentuk pembungkaman kebebasan mimbar akademik.

“Terhitung 23 tahun sejak Orba runtuh, budaya pembungkaman seperti ini masih langgeng sampai saat ini, bahkan semakin hari keadaannya semakin kronis. Eksistensi kampis sebagai benteng terakhir kebebasan berekspresi, perlahan tergeser makna yang tak lebihnya sebagai kaki tangan kekuasaan,” katanya. Aliansi Mahasiswa UGM mengajak semua bersatu untuk berani, kritik, bergerak melawan segala bentuk pembungkaman kebebasan mimbar akademik.

Seperti diketahui, tindakan rektorat UI memanggil pengurus BEM kampusnya setelah memberi gelar The King of Lip Service kepada Jokowi, memang dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap sikap kritis mahasiswa, sehingga pemanggilan itu membuat banyak kalangan bereaksi. Ekonom Faisal Basri bahkan meminta BEM UI jangan gentar atas pemanggilan itu, karena yakin mereka tidak asal ngomong.

Sementara ekonom Rizal Ramli menuding rektorat UI bergaya Orde Baru, dan pengamat politik Hendri Satrio menilai pemanggilan itu memalukan. Usai menghadap rektorat, Minggu (27/6/2021) sore, Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra mengatakan kalau dasar pemanggilan terhadap BEM oleh rektorat antara lain karena cuitan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang juga Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, di akun Twitternya.

“Tadi itu UI menyatakan salah satu dasarnya karena pernyataan Fadjroel Rachman yang menyatakan kalau BEM UI merupakan tanggung jawab UI. Di Twitter ada,” kata Leon, Minggu (27/6/2021). Belum ada klarifikasi dari pihak rektorat UI terkait hal ini, tapi ketika akun Twitter Fadjroel ditelusuri, cuitan itu memang ada.Cuitan itu diposting Minggu (27/6/2021) pukul 16:56 WIB.

“Segala aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia, termasuk BEM UI menjadi tanggung jawab pimpinan Universitas Indonesia,” katanya. Meski demikian mantan aktivis ICW Donal Fariz menduga kalau pemanggilan itu ada kaitannya dengan status rektor UI Ari Kuncoro yang juga menjabat sebagai wakil komisaris utama BRI.

“Rektor UI, Prof Ari Kuncoro itu Wakil Komisaris Utama BRI. Sebelumnya Komut BNI. Jadi, paham kan kenapa pimpinan UI itu sangat sensitif dengan isu yang berkaitan dengan penguasa? @BEMUI_Official tetaplah tegak,” kata Donal melalui akun Twitter-nya, @donalfariz, Minggu (27/6/2021).

Semoga saja ini menjadi awal kebangkitan dari kebebasan berpendapat untuk mengkritik pemerintah saat ini, memang seharusnya para mahasiswa kritis terhadap penguasa. Jika tidak ada yang mengingatkan mau sampai kapan negara ini dipimpin oleh orang yang tidak paham terhadap kondisi bangsa.

Baca Juga: