
Malu-malu kucing saat disuruh presentasi? Itu sudah enggak zaman lagi! Jurusan pendidikan bahasa Inggris kini punya cara-cara seru dan kreatif untuk melatih mahasiswanya agar lebih percaya diri dalam berbicara. Salah satu metode yang lagi hits adalah dengan storytelling atau bercerita. Tapi, bukan cuma di depan kelas, mereka diajak untuk bikin konten digital seperti podcast atau video blog (vlog) untuk mengasah kemampuan speaking.
Tantangan terbesar dalam belajar bahasa adalah praktik. Banyak mahasiswa yang menguasai tata bahasa dan kosa kata, tapi kesulitan saat harus berkomunikasi secara lisan. Metode storytelling ini menjadi solusi karena fokusnya bukan pada kesempurnaan gramatikal, melainkan pada kelancaran dan penyampaian pesan yang menarik. Dengan bercerita, mereka bisa lebih ekspresif dan natural.
Di beberapa kelas, dosen sengaja membuat proyek kelompok di mana mahasiswa harus membuat cerita pendek dalam bahasa Inggris. Cerita itu bisa berupa fiksi, pengalaman pribadi, atau bahkan ulasan tentang film atau buku favorit. Lalu, mereka merekam diri mereka sendiri saat bercerita, entah itu dalam format video atau audio. Hasilnya bisa diunggah ke media sosial atau platform berbagi video untuk mendapatkan masukan dari teman-teman lain.
Pendekatan ini sangat efektif karena membuat proses belajar terasa seperti bermain. Mahasiswa tidak merasa terbebani. Justru mereka tertantang untuk membuat cerita yang paling seru dan bisa menarik perhatian. Ini juga membantu mereka mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
Jadi, jangan heran kalau di masa depan, guru bahasa Inggris kamu bakal jago bikin video di YouTube atau TikTok. Karena dengan begini, mereka bisa menginspirasi siswa untuk juga berani mengekspresikan diri dan belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih menyenangkan.